Sastra oleh Blkhet

Syarat itu lahir, menggebu sebagai akal sehat.
Mengiringi sepanjang helaian nafas detik waktu yang penat.
Bertempur di antara ruang-ruang nalar yang pekat.
Tapi masih soal rasa yang tetap.
Sekiranya raga ini mesti berani, meskipun mati di penghujung dunia yang gelap.
Dalam jiwa bergetar, lalu berbisik orang kecil itu " Bagaimana denganku " harus kau membunuhku karena logika itu.
Sementara di semenanjung cakrawala bagian tertinggi berteriak lantang banyak dari mereka, " Semesta begitu luas, haruskah kau terpaku dalam satu pahatan dari palu".
Hingga pada akhirnya, ku memilih tetap menjadi bodoh.
Makassar, Oktober 2022.
Tinggalkan komentar