
Tulisan ini adalah semata bentuk kemanusiaan tertinggi teruntuk manusia yang ada palestina, yang menjadi korban genosida , bagi mereka yang masih bertahan sampai detik ini, ditengah datangnya tamu umat muslim yaitu bulan suci ramadhan semoga tuhan selalu melindungi dan memberkati. Dan untuk mereka yang telah gugur dalam berjuang, semoga mendapat tempat terbaik disisinya, aamiin.
Jika kita menyambut ramadhan kali ini dengan keluarga dan sanak saudara lalu sahur bersama, kemudian apa yang terjadi bagi manusia-manusia digaza?, Jika kita menantikan adzan magrib dan berkumpul dengan sanak saudara lalu bagaimana dengan kondisi manusia-manusia digaza menjelang buka puasa?. Menjelang shalat tareweh banyak kita dapati anak-anak dengan riangnya bermain bersama, mereka tertawa sambil memukul sajadah yang mereka punya, itu adalah bentuk kebiasaan anak-anak kecil ketika ramadhan tiba, lalu bagaimana dengan anak-anak digaza?, mereka justru berlarian dengan rintihan suara tembakan dan kehujanan bom dirumahnya.
Tak ada yang lebih pelik dari sebuah rasa sakit sewaktu kecil, itulah yang dialami anak-anak dipalestina sekarang ini, mereka tumbuh dengan sebuah kecaman dan ancaman, mereka jauh dari kata aman apatalagi keselamatan. Ditengah kehadiran bulan suci ramadhan,bulan yang penuh berkah bagi umat muslim diseluruh dunia, tapi tidak dengan manusia dipalestina, dengan beribu-ribu derita dan sakit jiwa mereka tetap tabah dalam berpuasa.
Secara intuitif saya tidak bisa merasakan tentang bagaimana perasaan manusia-manusia dipalestina, apatalagi saat ini ditengah bulan suci ramadhan mereka masih saja terkecamuk dari genosida zionis Israel. Tapi yang pasti bahwa derita manusia-manusia digaza telah memukul banyak hati manusia. Kekejaman tentara Israel telah melebihi kodrat kemanusiaan yang telah ditetapkan, baik itu secara instutisional dan konstitusional.
Tentara Israel telah melakukan genosida, apapun alasannya bahwa Israel ada penjajah yang paling kejam yang pernah ada, banyak sejarah telah tercipta tentang peperangan, namun berbeda dengan Israel yang ingin merubah system peperangan dunia.
Jutaan jiwa telah menjadi korban genosida dipalestina, bahwa tanah digaza telah menjadi pemakaman dunia, dari orang tua yang renta hingga balita telah menjadi korban kekejaman Israel atas genosida, namun satu kesalutan yang sangat luar biasa, bahwa palestina yang tiada hentinya diserang genosida masih tetap saja berpuasa. Anak-anak telah menahan sakit yang sangat luar biasa, ditengah krisis apapun bahwa kami semua hanya bisa berdoa.
Apa yang telah terjadi sejauh ini dipalestina telah memukul kami sebagai manusia, ribuan pelajaran dan hikmah sungguh bertebar luar biasa, ditengah derita sodara-sodara kita digaza semoga khusnul khatimah. Dipalestina tidak ada lagi cita-cita, anak-anak yang berkumpul berbicara tentang masa depan telah tiada, disana hanya ada doa dan rintihan suara tangisan, aku tidak tahu bagaimana manusia dipalestina menghadapi derita, akan tetapi hari ini saya katakana, bahwa kami gagal sebagai manusia, gagal untuk mengeluarkanmu ditengah derita yang ada, hanya ada doa dan surga menantimu. Aamiin.
Opini blkhet, 13 Maret 2024
Tinggalkan komentar