PALUNG (Algoritma hidup vol. IV)

Engkau begitu dalam laksana Palung, engkau terletak dalam tempat berbeda dalam sisi manusiawiku, engkau begitu dalam laksana Palung yang dalamnya tak terkira, namun yang perlu kau tahu bahwa disana terdapat kehidupan.

Dalam banyak waktu berbeda, kita selalu sibuk dalam pilihan masing-masing, tujuannya jelas, yaitu untuk membuat senang batin dan raga.., tidak ada kesalahan sama sekali, hanya saja kita memiliki kecenderungan yang berbeda dalam menikmati setiap sendu yang mendekap sebagai rindu.

Suatu ketika dalam bisik yang paling dalam, tetapi untuk sekarang aku menganggapnya sebagai palung, karena iya jauh tersembunyi dalam lubuk hatiku, namun yang pasti bahwa disana terdapat sebuah kehidupan. Aku tidak membunuhnya, melainkan merawatnya untuk selalu tumbuh sebagai api kecil, yah…. sebagai cahaya dalam penuntunan jalan menuju kesedihan. Kadang-kadang tak terasa sama sekali, kadang-kadang begitu besar menggempur rasio yang tersipu dalam keramaian.

Siasat demi siasat tertoreh sebagai sebuah lukisan, laksana kelas seni yang tak henti mencipta karya apapun bentuknya. Dalam setiap kutipannya, sejatinya adalah kekalahan dalam merawatnya, tapi bagaimanapun semesta telah banyak bersukaria setelah menjadikannya lalu, namun akan selalu ada rindu dalam kesingkatan setiap waktu.

Andaikata puisi tetap menjadi pilihan yang suci, maka engkau akan selalu terpuja dan terpuji, dalam banyaknya hari, setiap detiknya jamari akan senang menari-nari, melukismu dan membuatmu selalu syahdu, didalam sebuah aksara dan prosa yang kelak jadi cerita tua

Itulah mengapa iya tersematkan sebagai Palung, karena palung begitu jauh, jauhnya hanya dirasa melalui penyusunan kerangan kata-kata, namun sebetulnya dia begitu nyata, akan lebih baiknya mungkin kita kembali dalam tatap-tatap saja.

Blkhet, 8 Maret 2024

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai