
Beberapa pekan berlalu, jua banyak tercipta kebersamaan dalam suasana rumah, meski tak banyak bicara, namun adalah kesyukuran bisa makan bersama. Diluar dan selainnya, banyak kopi yang tersaji di meja kawan, dialektika, jenaka dan cita-cita senantiasa jadi ajang buka suara. Selalu asyik dan patut dinikmati dengan banyak suasana ditempat sibuah hati, ramah dan senyuman manusia, telah banyak menghapus ketakutan-ketakutan yang akut pula.
Banyak kawan dalam beberapa pekan yang lalu ini, banyak itu adalah isi kepala yang membiara dalam jiwanya…., sembari melihat realita, eh ternyata meminum kopi selalu menjadi pilihan yang nyata bagi kami sebagai pria yang suka sepi bertaruh dalam lara. Apapun itu dalam beberapa pekan yang lalu, setidaknya membuat otak berupaya menemukan jati dirinya sebagai piranti untuk berakal.
Setelah sedemikan banyak karsa, akhirnya kita kembali melanjutkan perjalanan sebagai seorang pria, yang merawat banyak cerita dalam monologika, dan telah menjadi hal biasa bagi kami sebagai pria, untuk bertarung dalam gelap gulita, melawan arus singgasana dunia, dan berdiri dikaki sendiri adalah sebaik-baik harapan yang menjadi doa’.
Dalam banyak kesempatan, terimakasih karna telah banyak gambar yang terdapat dalam nalar. Meski tak seindah dengan yang lalu, paling tidaknya gambar itu ada terlampir dalam ponsel genggamku. Beberapa pekan lalu, semua tidak terduga adanya…., tentang temu dengan kawan lama, kopi yang sama dan kasih sayang yang masih ada. Hampir dalam setiap banyak kesempatan, kerena perbedaan adalah alasan untuk tetap merajut sebuah kebersamaan. Menjalin hubungan, melempiaskan sisi kemanusiaan dalam banyak tawa dan keunikan yang tersisa sebagai kenangan.
Bila saatnya tiba, pastinya kita hanya tersenyum sembari melihat cakrawala, karena kemarin sulit untuk dingat, apatalagi hari ini sangat untuk dicerita, namun jangan sedih, semuanya akan kembali dalam bentuk lain sebagai sebuah cerita dihari tua. Itu jika tuhan ikut membersamainya.
Tinggalkan komentar