
– Blkhet
Sepertinya kita semua pernah fanatik terhadap sesuatu. Ingatkah dirimu sewaktu kecil dahulu yang tidak ingin kehilangan mainan yang dimilikimu?, Entah baagaimana caranya engkau mempertahankan mainan itu?. Diusia belia hal itu masih ada dalam bentuk yang lain, tentang bagaimana kita mempertaruhkan kekuatan untuk impian, semata-mata atas sebatas ketenangan, meskipun sesaat, namun itulah sebaik-baik penawar.
Diawal temu aku terpana dengan keindahanmu, nona engkau telah membuatku jatuh sampai detik ini. Setahun sudah engkau mengembara dalam realitas dunia. Disini aku masih terpenjenra atas hadirmu dalam bayang-bayang cakrawala.
Waktu telah menghendaki. Saat itu engkau tanpa enggan dan ihklasnya ingin mengenalku. Betapa bahagia dan merona jiwa itu.
Aku kembali dengan cerita yang sedikit meromansa, dengan waktu dan masa lalu. 2022 akhir, dia tiba dengan pesona yang anggun, aku jatuh nan terpanah melihatnya, mungkin aku jatuh cinta. Betul adanya itu adalah cinta, sampai saat ini iya masih senantiasa mengembara dalam nalarku.
Aku menyebutnya nona, lantaran dia begitu anggun dan mempesona. Entah bagaimana rencana dan takdir tuhan telah membuat kami jauh, entah bagaimana tuhan tidak menyatukan raga ini untuk berpadu. Aku tidak berbohong, diatas segala-galanya dia adalah keindahan yang ada dan nyata di dunia. Ungkapku dalam kesadaran yang menggebu.
Kata Ali, yakni sahabat Rasul yang cendikia itu, “jika engkau mencintai seseorang maka biarkan iya pergi, jikalau kembali maka itu milikmu”. Kata itu kucoba menghayatinya, silih berganti, pagi menjadi malam, terbit matahari dan terbenamnya pun kusiasati kata itu. Perdebatan antara pikiran dan hati mulai mencuak. Realita dan imajinasi bertengger dalam posisi yang menentukan.
Aku mengambil sebatang rokok, kubakarnya dengan harapan bahwa segalanya akan berubah, dan dan setelah itu, hembusan pertama mulai keluar dengan begitu rima. Ahh Sial semuanya tidak mengubah apapun, dan dia masih hidup dalam bayang-bayang pikirku.
Cerita ini adalah fiksi, tapi iya hidup dan pernah melampaui waktu.
Tinggalkan komentar