
Mengutip kata dari Allan Manziz didalam bukunya Sejarah Agama-agama iya berkata bahwa “Sejarah adalah serangkaian cerita masalalu didalam suku bangsa dan ras“. Sejarah banyak mengajarkan kita tentang pelajaran serta kisah-kisah diberbagai belahan dunia, karenanya bukti dari kemajuan peradaban hari ini tidak terlepas dari pelajaran masalalu, dan seiring berjalannya waktu sejarah juga membentuk watak serta karakter dalam suku ras dan bangsa, sejarah telah menjadi titik berangkat peradaban yang lebih cerah nan tinggi.
Akan tetapi perlu diingat, bahwa sejarah tidak selamanya memiliki akhir yang indah nan berbahagia, kebanyakan sejarah dunia menceritakan hal-hal kelam, tentang penindasan, peperangan, dan penganiayaan kepada kaum perempuan.
Secara garis besarnya diIndonesia, beberapa deretan peristiwa kelam khususnya dibulan September merupakan bulan dimana banyak peristiwa yang mesti dimunculkan kembali untuk mengenang kasus yang belum terselesaikan. Sampai hari ini kasus yang terjadi dibulan September masih menggantung bagi keluarga korban dan masyarakat. Menolak lupa diseptember, itulah judul tulisan kali ini. Tulisan ini semata-mata untuk mengenang orang-orang yang menjadi korban peristiwa yang terjadi diseptember nan belum terselesaikan, apatalagi kasus ini menyangkut tentang HAM (Hak Asasi Manusia).
Saya percaya, bahwa kita semua tidak membenarkan tindak perilaku kekerasan yang mengakibatkan kematian. Tidak ada kebenaran padanya bagi mereka yang melakukan tindak perilaku kekerasan, apapun itu. Menghormati sesama jenis merupakan kedamaian abadi yang didambakan semua orang, hidup rukun yang penuh harmonisasi dan tidak ada perbedaan kelas sosial adalah cita-cita tertinggi dari kemanusiaan itu sendiri.
Beberapa deretan kasus yang terjadi diseptember sebagai berikut : • Tragedi 1965 G30S • Tragedi Semanggi II 1999 • Tragedi Tanjung Priok 1989 • Pembunuhan Munir Thalib 2004 • Penculikan Salim Kancil • Reformasi dikorupsi jilid II 2019 • Penembekan Mahasiswa Yusuf dan Randy 2019
Diatas beberapa deretan kasus masih menjadi tanda tanya bagi seluruh masyarakat Indonesia dan terkhususnya Mahasiswa. Beberapa peristiwa ini tidak asing lagi bagi kami selaku mahasiswa, karna tentunya hal diatas selalu menjadi topik yang menarik untuk selalu di diskusikan, pasalnya peristiwa-peristiwa ini seperti tidak menemukan titik terang akan terselesaikannya. Sudah sepatutnya negara bertanggung jawab penuh atas kejadian dimasalalu, mengungkap makna yang sebenarnya atas beberapa peristiwa kelam yang menyedihkan ini. Bagaimanapun setiap manusia memiliki HAK atas apa yang telah iya perbuat.
Menutup-nutupi kasus ini sama dengan membesarkan rasa kekecewaan yang mendalam bagi keluarga korban, pasalnya hal ini seolah disembunyikan kebenarannya. Realitanya hampir tiap tahun Diseptember diperingati sebagai bulan yang hitam, kelam diIndonesia. Sepertinya kita masih memiliki bentuk cinta diatas kemanusiaan. Faktanya kita belum bisa beranjak dari peristiwa masalalu yang kelam ini, derita dan rintihan air mata masih mengucur dalam bait-bait perlawanan, karena kebenaran masih ditutupi dalam singgasana kekuasaan.
Paling tidak ada upaya mengenang jiwa para korban yang belum mendapatkan keadilan dan perhatian penuh dari pemerintah dan membuka mata kita kembali diatas beberapa peristiwa kelam ini. Seruan peringatan dimoment September ini jangan dihalangi, hal ini menjadi bentuk protes terhadap penguasa dalam menutup-nutupi kasus yang memuat banyak derita. Bagaimanapun keadilan bagi manusia tidaklah memiliki perbedaan.
Atas segala peristiwa yang terjadi diseptember, adalah sesuatu yang diinginkan untuk terjadi dari para penguasa untuk melancarkan rezim mereka, yang penuh intrik politis dengan mengorbankan banyak jiwa yang tidak bersalah, dan ada juga dari mereka yang berjuang menuntut keadilan malah terimbas kehilangan nyawa atas kepedulian itu, segera kebenaran yang banyak terjadi diseptember harus segera terungkap.
Tinggalkan komentar