
• Ekologi adalah pertautan mengenai hubungan timbal balik manusia dengan kondisi alam di sekitarnya. Dengan demikian secara sederhana bahwa fenomena-fenomena alam yang berdampak buruk bagi manusia itu merupakan hasil timbal balik yang alam hasilkan dari ketidakmampuan manusia merawat kondisi alam sekitar.
Di abad ke 21 dewasa ini atau setara dengan 2100 tahun, cerita panjang tentang peradaban manusia banyak terpampang dalam aliran sejarah, kisah yang lalu-lalu telah menjadi pelajaran dan hari ini menjadi praktik metode dalam berkehidupan. Bukan perjalanan yang singkat manusia meniti peradaban yang gila nan besar sampai hari ini, dengan ke-elokan intelek dan tekad api yang merusak kebijaksanaan iya hancur di tengah-tengah peradaban.
Revolusi Ekologi, saya mengartikannya sebagai bentuk pemberontakan alam terhadap manusia. Kemajuan teknologi dan arus pengetahuan yang pesat telah menyempitkan originalitas dari kondisi alam itu sendiri, pesatnya industrialisasi di tengah-tengah kemajuan teknologi telah menjadi bukti nyata atas penundukan manusia terhadap alam. Merupakan sesuatu yang darurat kedepannya bagi kelangsungan makhluk hidup di seluruh benua dengan aktivitas industri yang secara normatif menghasilkan ekologi terhadap lingkungan sekitar.
Fenomena-fenomena alam yang buruk senantiasa terjadi hampir di seluruh belahan dunia, mulai dari naiknya suhu panas yang tak terkendali, pasang surutnya air laut yang tak menentu, serta banjir, longsor dan lain sebagainya. Fenomena alam ini terjadi bukan semata-mata sifat alamiah dari bumi, melainkan dampak dari aktivitas industrialisasi yang menyebabkan fenomena demikian berlangsung di tengah-tengah kehidupan di bumi.
Indonesia yang memiliki puluhan lebih Perusahaan yang bergerak di wilayah pertambangan tentu menjadikannya sebagai negara yang berpotensi memiliki kondisi iklim yang buruk ketika hasil daripada aktivitas pertambangan tidak memiliki Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) yang efisien serta humanis. Hal ini kemudian sangat-sangat penting bagi keberlangsungan seluruh mahluk hidup yang ada di sekitar wilayah pertambangan yang ada.
Telah menjadi rahasia umum bahwa Indonesia salah satu negara di dunia yang berlangganan dengan banjir, setiap tahun hampir seluruh wilayah hingga pelosok di Indonesia mengalami banjir, tentu fenomena ini tidak dapat di biarkan terjadi tiap tahun begitu saja karena sudah pasti fenomena ini akan menjadi dampak yang buruk bagi seluruh masyarakat Indonesia. Baru-baru ini Badan Metereologi Klimatologi Geologi (BMKG) telah mengeluarkan maklumat atas tingginya suhu panas yang terjadi saat ini di Indonesia.
Fenomena suhu panas semakin hari semakin meninggi, dan hal itu terjadi tiap tahunnya. Fenomena itu akibat krisis iklim terhadap kondisi alam di sekitar yang di sebabkan dari aktivitas industrialisasi. Jelas hal ini sangat-sangat mengancam eksistensi mahluk hidup, karena fenomena alam terjadi dan berlalu namun tidak dapat di kendalikan.
Penundukan manusia terhadap alam dewasa ini belum memiliki sulosi terbaik bagaimana menimalisir bencana yang kerap terjadi dari aktivitas industri. Banyaknya fenomena alam yang terjadi telah seharusnya kita menyadari bahwa merawat dan melindungi kondisi alam sekitar sungguh memiliki dampak positif yang luar biasa bagi semua mahluk dan juga menimalisir bencana-bencana alam yang akan menimpa kehidupan.
Kasus ekologi bukanlah perkara yang kecil, para ahli pun pemerintah mesti memikirkan kondisi-kondisi terbaik demi kelangsungan hidup bersama. Masa ke masa bumi semakin tak terkendali dari berbagai bencananya akibat pengurasan energi yang senantiasa di lakukan oleh manusia sendiri. Beberapa tahun terakhir dunia memiliki catatan buruk akibat Dampak Ekologi yang terjadi, hal ini bukan main-main, tidak dapat di biarkan.
Bumi adalah satu-satunya planet yang sangat-sangat tepat untuk di tempati manusia melangsungkan hidup mereka, akan tetapi jika bumi di landa bencana besar yang tak terkendali, mampukah manusia humanis dalam menjalankan aktivitas keseharian? Kondisi lingkungan yang berangkat dari dampak ekologi sudah pasti melahirkan kondisi lingkungan yang tidak sehat, banyaknya varian penyakit, ketidak stabilan kesehatan juga merupakan dampak dari lingkungan sekitar.
Namun ironisnya semakin hari industri semakin menggila, mereka menguras habis seluruh harta bumi tanpa mempertimbangkan kondisi kehidupan kedepan. Semata-mata meraut keuntungan adalah satu-satunya misi yang mereka lakukan. Dalih dengan tunjangan yang besar telah menutup batin manusia untuk merusak alam sendiri, mungkin hari ini bumi masih baik saja dengan segala kondisi dan fenomenanya, tapi 10 tahun, 20 tahun atau mungkin 50 tahun kedepan kita belum menahu kondisi bumi akan seperti apa ketika pengurasan gila-gilaan terhadap alam masih kerapkali terjadi.
Opini, Blkhet Makassar 30 April 2023
Tinggalkan komentar