Sebuah puisi, oleh Blkhet "Jalan Pulang"
Sudah terlalu jauh kaki ini mengembara.
Hingga suatu waktu aku tak peduli lagi untuk kembali.
Memang khidmat sandiwara ini, namun jua aku terlena dalam alur ceritanya.
Ini bukan tentang siapa-siapa.
Tapi ini perihal jiwaku dan Tuhanku.
Sudah terlalu jauh perasaan ini mengembara, dengan raga dan jiwanya.
Rintihan bunyi panggilan Tuhan aku acuhkan setiap harinya.
Melodi kasih sayangnya juga aku tak pedulikan.
Seandainya saja neraka bukan untuk manusia, ku tak sedih mendengarnya.
Barangkali, neraka di ciptakan untuk pengembara seperti diriku.
Yang luput akan kasih sayang Tuhan, melupakan segala nikmat yang di berikannya.
Jika saja surga menolak keberadaan manusia, mungkin itulah diriku.
Tapi juga mana mampu aku bertahan lama di neraka, aku barangkali manusia yang tak lebih dari sekedar atheis.
Ku tak hanya mampu menunaikan kewajiban, tapi juga sengaja meninggalkan saat tiba waktunya.
Aku ingin pulang.
Pulang kepangkuan keshalihan, menyembahmu tiada henti.
Layaknya kekasih yang ku dambakan setiap saatnya.
Hampa tak ada rasa
Karena sepertinya jiwaku harus segera taubat.
Makassar, 5 November 2022
Tinggalkan komentar