Nestapa, barangkali kau merindukanku, sepertinya kau tak bisa jauh dari jiwa ragaku.
Bersamaan dengan tawa, ku ingat, bahwa itu hanyalah sedikit pelipur lara.
Barangkali kita adalah teman yang sejati, yang selalu merindukan masa-masa sedih.
Namun untuk kesekian-nya, kurasa tak lagi indah, melankolis sungguh suram ku tak berdaya.
Segeralah sudahi, ku ingin kita sama-sama berdiri di antara kaki sendiri, di bawah langit yang indah ini, cakrawala dan senja aku ingin sendirian, aku ingin segera menyudahi, untuk kebaikan hati, cinta dan raga ini.
Puisi oleh. Blkhet
Tinggalkan komentar