
Semilir kesyahduan berada di antara ruang-ruang terkasih, di bilik hati ku menemukan harapan yang berarti.
Pujangga waktu-waktu terbaik mengukir s'gala yang indah jadi puisi, dalam ketidakberdayaan mentari benderang selalu kunanti.
Aku masih b'lajar, belajar di antara yang apa terjadi hari ini, kemarin, dan di kemudian hari.
Sunyi ini tak bisa aku napikan, apatalagi melupakan, sebab hadirnya adalah sebuah jawaban, jawaban di atas segala kembimbangan.
Serampai-serampai ini adalah jodoh untuk kehidupan, bagaimana ia mencipta kenangan, merawat perasaan dan kubangan kerinduan.
Barangkali hidup memanglah seperti ini, mempunyai siklus dimana kembimbangan sesekali hadir, merampai hal-hal dalam sunyi.
Sastra Oleh Blkhet
Makassar 8 oktober 2022
Tinggalkan komentar