Bunyi siul rintik-rintik kecemasan,dalam jiwa mendamba segala kekhwatiran tak karuang.
Separuh nalar ku tempatkan pada prinsipnya yang layak, bak manusia.
Perihal banyak kebimbangan di tengah gempuran krisis cinta dan kasih sayang.
Sudi laksana azazil menyelimuti, bak kesekarakahan, riah, iri, dengki menyelip hingga ke sendi-sendi hati kecil ini.
Berganti-ganti hari, masih seperti yang sama, termaktub rasa sedikit cahaya, namun jiwa menanti secepatnya dia akan tiba.
Datanglah melekat, selamatkan dalam gelap-gelap yang nikmat ini.
Sastra oleh MA
Tinggalkan komentar